Rembang – di Bulan Kartini atau bulan April ini, masih dalam rangka memperingati hari Kartini, kartinitv.com berkesempatan bertemu dan berdiskusi bersama dengan salah satu Kartini masa kini, Perempuan asli Rembang yang memiliki segudang pengalaman dan keahlian di bidang perencanaan pembangunan wilayah perkotaan dan daerah.

Intan Primasari, SP, Msc, M.Eng, penerima beasiswa Pusbindiklatren Bappenas 2013 ini memaparkan ide idenya melalui bincang santai di studio kartinitv.com.

Ia melontarkan gagasan urgensi pengembangan Transportasi publik terpadu di wilayah Kabupaten Rembang.

“Titik awalnya tentu saja di pusat-pusat kegiatan ekonomi dan wilayah pertumbuhan Kecamatan sesuai RT/RW, perlu dibuatkan sistem transportasi publik, bentuknya tentu melalui kajian terlebih dahulu, apakah berbentuk busway, atau angkot atau bahkan bisa jadi kereta mass rapid transit” ungkapnya.

Alumni Institute Housing and Urban Development, Erasmus University Rotterdam ini mengatakan Rembang hari ini dan ke depan mulai membutuhkan sistem transportasi yang bisa memindahkan sejumlah besar orang dari satu titik ke titik wilayah yang lain.

“Ambil contoh saja berkembangnya kawasan industri di Rembang yang melibatkan ribuan tenaga kerja, konsekuensinya beban lalu lintas jalan meningkat karena penggunaan kendaraan pribadi, baik motor maupun mobil” lanjutnya.

“Kemacetan dan polusi menjadi potensi masalah serius bagi kota Rembang di masa depan, belum lagi meningkatnya resiko kecelakaan lalu lintas” sambungnya.

Lebih lanjut, alumni landscape IPB dan Magister Perencanaan Wilayah UGM ini menyoroti tentang lokasi perumahan atau cluster cluster pengembangan perumahan baru yang letaknya jauh dari pusat kota.

“Perumahan atau pemukiman baru cenderung jauh dari pusat kota sehingga untuk mengakses pusat kegiatan di kota harus dengan kendaraan pribadi atau yang tidak punya kendaraan pribadi akan kesulitan menuju ke pusat kegiatan ekonomi jika tak ada transportasi publik” terangnya.

“Harapan saya tentu, di masa depan, Rembang bisa memiliki sistem transportasi publik terpadu untuk mengatasi potensi kemacetan, polusi udara dan menekan angka kecelakaan lalu lintas” pungkasnya.

kartinitv.com/redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *